Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merestui rencana sinergi (merger) antara Flexi, Divisi Code Division Multiple Access (CDMA) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Esia, milik PT Bakrie Telecom Tbk.
Menurut Menneg BUMN, Mustafa Abubakar, pihaknya sudah menerima surat rencana sinergi itu dan tahapannya tinggal pada persoalan komunikasi. “Itu aksi korporasi. Mereka telah kirim surat dan secara resmi belum saya balas. Tapi kami sudah oke,” jelasnya.
Surat itu, pada intinya bukan meminta persetujuan, melainkan meminta arahan dari kementerian. “Itu hal yang wajar dan prinsipnya kami melihat penggabungan itu positif, karena akan menambah kekuatan Telkom,” ujarnya.
Menurut dia, tidak akan ada kerugian atas rencana aksi korporasi tersebut. Sebab, berdasarkan perhitungan dengan pelanggan Telkom (Flexi) sekitar 15 juta dan Esia 10-12 juta akan lebih memacu pertumbuhan. (Suara Medeka)
